" Cerpen cinta | Aku ingin memilikimu ..."


Kisah nyata yang berjudul aku ingin memilikimu dialami oleh seorang teman saya. Sebuah kisah yang sudah sangat lama juga. Kisah cinta ini terjadi ketika saya masih kuliah dulu. Tapi nama teman saya ini saya rahasiakan karena menjaga nama baik darinya.

Ok langsung aja baca cerita nya...

Sebut saja namanya tomi. Tomi adalah seorang cowok yang berwajah lumayan ganteng. Ditambah lagi, tomi memiliki keluarga yang bisa dibilang kaya. Tak sulit bagi tomi untuk mendapatkan banyak cewek. Ya seperti membalikkan telapak tangan saja...





Tapi ketika itu, kami sedang berbincang di kantin tempat kuliah, dan tiba-tiba lewat seorang cewek yang lumayan cantik menurut saya, tapi menurut si tomi sangat cantik!. Dia pun mendatangi cewek itu, dengan rayuan dan ajian yang dimilikinya, sang cewek seakan patuh dan langsung tersenyum manis kepada tomi. Kemudian mereka pun berbincang berdua seakan sudah kenal lama.


Kami terdiam dan membisu melihat tomi, tak ada kata-kata yang mampu kami ucapkan. Dari kejauhan kami melihat tomi yang kemudian berjalan perlahan dengan sang cewek tadi. "Eh gua jalan dulu ya", kata tomi sambil tersenyum.


Hari-hari berlalu hampir satu bulan lamanya, selalu terlihat dan menjadi suatu yang biasa ketika tomi turun dari mobilnya sambil memegang tangan cewek yang bernama rani itu. Sungguh mesranya mereka berdua. Tapi tomi tak berubah seperti banyak orang, yang baru mendapatkan pacar. Tomi tetaplah tomi yang dulu, ia masih senang berkumpul dengan kami.


Siang itu, ketika terik matahari begitu terasa hingga menusuk kulit ini, kami dan tomi berkumpul di kantin. Entah setan apa yang merasuki tomi sehingga ia mengatakan "Oi...gua mau kasih taruhan nih". Kami lalu bertanya taruhan apa?. Tomi menjawab "gua yakin si rani cinta mati ama gua!!!, kalau kalian bisa buat dia tergoda ama kalian ntar gua traktir!!!". Mendengar kata-kata tomi tadi, tentu saya sangat merasa tertantang, hehehe...


Saya pun langsung bergegas mencari rani, "benar ya!!! lo traktir gua ama anak-anak!!!", kata saya kepada tomi. "Ya tenang aja asal lo berhasil. ntar gua traktir!!!, "kata tomi. Saya melihat rani sedang bercanda bersama-sama teman-temannya di depan sebuah kelas, dan saya menghampirinya. "Rani ya...", kata saya sambil tersenyum. "Iya", jawabnya dengan wajah yang cantik. "Eh gua boleh kenalan kan?", tanya saya. Tapi rani hanya tersenyum. "Loh kok diam aja? gua arie", kata saya lagi sambil memberikan tangan saya. Dan kemudian dia menyambut tangan saya dengan tangannya yang halus "iya arie...", katanya sambil tersenyum lagi. Kemudian kamipun berbincang-bincang. Terlihat raut gembira di wajahnya, lalu saya memberanikan diri bertanya kepada rani, "Eh tomi itu pacar kamu ya?". "Emang kenapa kamu cemburu ya?", jawab rani sambil bercanda. "Ga cuma nanya doank kok", kata saya lagi. Rani hanya terdiam tak mejawab pertanyaan saya.


"Pacarnya ya...heheh...ga enak ah ama si tomi, ntar dia marah lagi...gua jalan dulu ya", kata saya kepada rani. Tapi kemudian rani yang hanya diam, memanggil saya dan langsung berkata, "arie!!!, ga kok...gua belum punya pacar". Saya terkejut mendengar perkataan rani ini, "terus kok sering bareng ama dia?", tanya dia lagi. "Yah lumayan kan bisa nebeng pergi ama pulang kuliah, heheheh....", jawab rani sambil tertawa kecil.


Hati saya seakan terbeku mendengar perkataan dari rani. Seakan ingin mengeluarkan maksud saya berkenalan dengan dia, tapi saya tak mampu dan hanya diam dan diam.


Saya lalu menuju tempat tomi, dan tomi bertanya kepada saya, "gimana sob, bisa ga lo?, si rani emang cinta mati kan ama gua?", tanya tomi sambil tersenyum. Saya tak mampu menjawab, dan terdiam sesaat, tapi tomi bertanya kembali. "Gimana ui!!!, kalau berhasil gua traktir nih!!!".


Namun saya juga manusia, saya juga memiliki hati. Saya lalu menjawab pertanyaan tomi dengan perlahan "Ga berhasil sob, kayanya si rani emang bener cinta ama lo", kata saya dan kemudian terduduk. Mendengar perkataan saya, tomi langsung tertawa kegirangan dan merasa telah menang dari kebohongan saya. "Tomi...", kata saya dalam hati sambil menggelengkan kepala ketika melihatnya tertawa di atas kebodohannya sendiri.




The end...
Salam Cerpen Cinta. Silahkan baca cerita cinta lainnya Di sini...

0 komentar:

Poskan Komentar

About

Diberdayakan oleh Blogger.

TOP or Populer

Followers